Selasa, 25 Agustus 2020

 

Mappacci dan Nilai Filosofisnya bagi Masyarakat Bugis-Makassar

☺☺☺

 

 

Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. Mappepaccing bola sibawa lewureng, yang berarti membersihkan rumah dan tempat tidur. Adapun kata perintahnya ‘paccingi’ yang berarti bersifat menyuruh atau memerintahkan untuk membersihkan. Paccingi kasoro’mu berarti bersihkan kasurmu. 

Kebanyakan kata kerja dalam bahasa bugis diawali dengan kata ‘Ma’, seperti; maggolo (main bola), mattinju (bertinju), mallaga (berkelahi), mammusu’ (bertempur), makkiana’ (melahirkan), dsb. Kata mapaccing dan Mappacci merupakan dua kata yang kalau dilihat sekilas agaknya sama, namun memiliki arti yang berbeda. Yang pertama merupakan kata sifat dan yang kedua kata kerja. Kita sering mendengarkan penggunaan kedua kata ini dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di masyakat Bugis.

Perkembangan selanjutnya, istilah Mappacci lebih sering dikaitkan dengan salah satu rangkain kegiatan dalam proses perkawinan masyarakat Bugis-Makassar. Mappacci lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu syarat yang mesti dilakukan oleh mempelai perempuan dan laki-laki, terkadang sehari, sebelum pesta walimah pernikahan. Biasanya, acara Mappacci dihadiri oleh segenap keluarga dan masyarakat umum, untuk meramaikan prosesi yang sudah menjadi turun temurun ini. 

Dalam prosesi Mappacci, terlebih dahulu pihak keluarga melengkapi segala peralatan yang harus dipenuhi, seperti; Pacci (menyeruai salep dan biasanya berasal dari tanah arab, namun ada pula yang berupa tumbuhan dan berasal dari dalam negeri), daun kelapa, daun pisang, bantal, gula, sarung sutera, lilin, dll. Tujuan dari Mappacci adalah untuk membersihkan jiwa dan raga calon pengantin, sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.

Tidak diketahui dengan pasti, sejarah awal kapan kegiatan Mappacci ditetapkan sebagai kewajiban adat (suku Bugis/Makassar), sebelum pesta perkawinan. Tapi, menurut kabar yang berkembang di kalangan generasi tua, prosesi Mappacci telah mereka warisi secara turun-menurun dari nenek moyang kita, bahkan sebelum kedatangan agama Islam dan Kristen di tanah Bugis-Makassar. Oleh karena itu, kegiatan ini sudah menjadi budaya yang mendarah daging dan sepertinya sulit terpisahkan dari ritual perkawinan Bugis-Makassar. 

Mappacci menjadi salah satu syarat dan unsur pelengkap dalam pesta perkawinan di kalangan masyarakat Bugis-Makassar. Namun, ketika Islam datang, prosesi ini mengalami sinkretisme atau berbaur dengan budaya Islam. Bahkan Islam sebagai agama mayoritas suku Bugis-Makassar telah mengamini prosesi ini, melalui alim ulama yang biasa digelar Anregurutta.

Sekalipun Mappacci bukan merupakan suatu kewajiban agama dalam Islam, tapi mayoritas ulama di daerah Bugis-Makassar menganggapnya sebagai sennu-sennungeng ri decengnge (kecintaan akan kebaikan). Yang terjadi kemudian, pemuka agama berusaha untuk mencari legalitas atau dalil Mappacci dalam kitab suci untuk memperkuat atau mengokohkan budaya ini. Sebagai contoh, salah satu ulama Islam tersohor di Bone, Alm. AGH. Daud Ismail, berusaha menafsirkan dan memaknai prosesi Mappacci beserta alat-alat yang sering digunakan dalam prosesi ini.  

Sebelum prosesi Mappacci, biasanya calon pengantin perempuan dihias dengan pakaian pengantin khas Bugis-Makassar. Selanjutnya, calon pengantin diarak duduk di atas kursi (namun ada pula yang duduk di lantai) untuk memulai prosesi Mappacci. Di depan calon pengantin perempuan, diletakkan sebuah bantal yang sering ditafsirkan dan dianggap sebagai simbol kehormatan. Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta (Puangge:Bugis).

Di atas bantal, biasanya diletakkan sarung sutera yang jumlahnya tersusun dengan bilangan ganjil. Sebagian ulama menyamakan susunan sarung sutera ganjil, dengan Hadis Nabi Saw yang yang berbunyi; “Allah itu ganjil dan suka yang ganjil”. Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Sifat istiqamah sendiri, telah dipraktikkan oleh sang pembuat sarung sutera. Tiap hari, mereka harus menenun dan menyusun sehelai demi sehelai benang, hingga menjadi sebuah sarung yang siap pakai. Dengan sikap istiqamah atau ketekunan ini, diharapkan calon pengantin dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari sang pembuat sarung sutera untuk diamalkan dalam kehidupan rumah tangga. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak. 

Terkadang, diatas sarung sutera diletakkan daun pisang. Daun pisang memang tidak memilik nilai jual yang tinggi, tapi memiliki makna yang mendalam bagi manusia pada umumnya. Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.

Diatas daun pisang, terkadang diletakkan daun nangka. Daun nangka tentu tidak memiliki nilai jual, tapi menyimpan makna yang mendalam. Anregurutta di Bone pernah berkata dalam bahasa Bugis; Dua mitu mamala ri yala sappo ri lalenna atuwongnge, iyanaritu; unganna panasae (lempuu) sibawa benona kanukue (paccing). Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian. Jadi, dalam mengarungi bahtera rumah tangga, calon pengantin senantiasa berpegang pada kejujuran dan kebersihan yang meliputi lahir dan batin. Dua modal utama inilah yang menjadi pegangan penting, bagi masyarakat Bugis-Makassar dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Diatas daun pisang, terkadang juga diletakkan gula merah dan kelapa muda. Dalam tradisi masyarakat Bugis-Makassar, menikmati kelapa muda, terasa kurang lengkap tanpa adanya gula merah. Sepertinya, kelapa muda sudah identik dengan gula merah untuk mencapai rasa yang nikmat. Seperti itulah kehidupan rumah tangga, diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.

Terakhir, Mappacci juga dilengkapi dengan lilin sebagai simbol penerang. Konon, zaman dahulu, nenek moyang kita memakai Pesse' (lampu penerang tradisional yang terbuat dari kotoran lebah). Maksud dari lilin, agar suami-istri mampu menjadi penerang bagi masyarakat di masa yang akan datang. Masih banyak lagi peralatan prosesi, yang biasa dipakai oleh masyarakat, sesuai dengan adat dan kebiasaan mereka. Namun, secara umum peralatan yang telah disebutkan diatas, standar yang sering digunakan dibeberapa daerah Bugis-Makassar.

 

SOAL

1. Jelaskan makna dari mapacci! 

2. Jelaskan simbol-simbol benda-benda dari kegiatan mappacci!

 Jangan lupa tulis nama dan kelas di kolom komentar

 


     

    

84 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Dzi idzzati siata
    Kelas x ips 2

    BalasHapus
  3. Nama:Anisa Nursalsabila Rahman
    Kelas: X IPS 1

    BalasHapus
  4. Nama: Defrina Rahayu Hasbi
    Kelas : X IPS 1

    BalasHapus
  5. Nama:isnaini khoirun nisa
    Kelas:x ips2

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Nama:Riska rosari
    Kelas: x ips 3

    BalasHapus
  8. Nama:Fatry Rahmadani
    Kelas: X IPS 1

    BalasHapus
  9. Nama : Muhammad Faisal
    Kelas : X IPS 3

    BalasHapus
  10. Nama Ema Rahmania Kelas:X IPS 3

    BalasHapus
  11. Nurul Ramadani Putri Risda

    Ips3

    BalasHapus
  12. Muh Fariel Algifary
    Kelas Xips1

    BalasHapus
  13. Nama : Sri utami
    Kelas: X IPS 3

    BalasHapus
  14. 1. Mappacci adalah kata ganti dari 'mapaccing' yang berarti bersih atau suci
    2. Benda-benda mappacci:
    a. Pacci
    b. Daun kelapa
    C. Daun pisang
    d. Bantal
    e. Gula
    f. Sarung sutra
    g. Lilin. Dll

    BalasHapus
  15. Nama:Nadya lestti M
    kelas:X Ips 3

    BalasHapus
  16. Nama:Nadya lestari M
    kelas:X ips 3

    BalasHapus
  17. Nama:Fitriyani Samaila
    Kelas:X IPS 3

    BalasHapus
  18. Nama:Fitriyani Samaila
    Kelas:X IPS 3

    BalasHapus
  19. Nama:Muhammad ilham.k
    Kelas :X IPS 2

    BalasHapus
  20. Naa:Dwi febriyani
    Kelas:X ips 1

    BalasHapus
  21. NaMa: maryatul fadilah diab
    Klas;X IPS 3

    BalasHapus
  22. NAMA : ANDI TRI SUDARTRI
    KELAS : X MIPA 4.
    NO. ABSENT : 06

    BalasHapus
  23. Nama:Syafira Nur Aulia
    Kelas:X IPA 4

    BalasHapus
  24. Nama: MUSDALIFAH
    Kelas: X MIPA 4

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Nama : Ferawaty
    Kelas : X IPA 4

    BalasHapus
  27. Nama:Farasmani
    Kelas: X MIPA 4
    No absen : 10

    BalasHapus
  28. Nama : Muhammad abigael afghany
    Kelas : X MIPA 4

    BalasHapus
  29. Nama : ALDA RESKY AULYA
    Kelas : X MIPA 4
    No. Absen : 03

    BalasHapus

  30. Nama :MUH. TAUFIK HIDAYAT
    Kelas :X MIPA 4

    BalasHapus
  31. Nama: Adinda Putri Jamal
    Kelas: X MIPA 4
    No Absen: 02

    BalasHapus
  32. Nama : Muhammad Hidayat M
    Kelas : X IPA 4

    BalasHapus
  33. Nama: ELZA DEWI YANTI
    Kelas: X MIPA 4
    No. Absen: 09

    BalasHapus
  34. Nama:NIR AZIZAH SYAID FILA
    KELAS:X IPA 4
    NO.ABSEN:22

    BalasHapus
  35. Nama: Nurul Safitri
    Kelas: X MIPA 4

    BalasHapus
  36. NAMA: SALSABILA DAHLAN
    KELAS: X MIPA 4
    NO.ABSEN: 28

    BalasHapus


  37. Nama : ANSHAR
    Kelas:X MIPA 4
    No urut: 7

    1.Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu.

    2.benda benda yg digunakan:
    a.daun pacci
    b.daun panasa
    c.golla cella
    d.angkalungeng
    e.lilin
    f.lipa sabbe

    BalasHapus
  38. Nama : Sry Wahyuni suardi
    Kelas : X MIPA 4
    no. Absen : 30

    BalasHapus

  39. Zulfiqrj saputra samsul
    X MIPA 4
    NO.34

    BalasHapus
  40. Nama:Nur hikma
    Kelas: X Mipa 4
    No.Absen:24

    BalasHapus
  41. Nama: Andi Muh Andri Perman
    Kelas: X MIPA 4
    NO.Absen: 05

    BalasHapus
  42. 1. Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. Mappepaccing bola sibawa lewureng, yang berarti membersihkan rumah dan tempat tidur. Adapun kata perintahnya ‘paccingi’ yang berarti bersifat menyuruh atau memerintahkan untuk membersihkan. Paccingi kasoro’mu berarti bersihkan kasurmu. 

    2. 1) Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta 

    2) Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak. 

    3) Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.

    4) Daun nangka,Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian. 

    5) Gula merah dan kelapa muda. diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.

    6) lilin sebagai simbol penerang. 

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Syarifah Nurhaliza
      Kelas : X MIPA 4
      No absen : 33

      Hapus
  43. Nama : Nurhidayah
    Kelas : X MIPA 4
    No absen : 26
    1. Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccingmerupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. 
    2. A. Bantal: sebuah bantal yang sering ditafsirkan dan dianggap sebagai simbol kehormatan. Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta 
    B. Sarung sutera : sarung sutera yang jumlahnya tersusun dengan bilangan ganjil
    Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. 
    C. Daun pisang :Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
    D. Daun nangka :
    dalam mengarungi bahtera rumah tangga, calon pengantin senantiasa berpegang pada kejujuran dan kebersihan yang meliputi lahir dan batin
    E. Kelapa muda dan gula merah : diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
    F. Lilin : sebagai simbol penerang . agar suami-istri mampu menjadi penerang bagi masyarakat di masa yang akan datang. Masih banyak lagi peralatan prosesi, yang biasa dipakai oleh masyarakat, sesuai dengan adat dan kebiasaan mereka.
    G. Pacci : (menyeruai salep dan biasanya berasal dari tanah arab, namun ada pula yang berupa tumbuhan dan berasal dari dalam negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Syarifah Nurhaliza
      Kelas : X MIPA 4
      No absen : 33


      1. Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. Mappepaccing bola sibawa lewureng, yang berarti membersihkan rumah dan tempat tidur. Adapun kata perintahnya ‘paccingi’ yang berarti bersifat menyuruh atau memerintahkan untuk membersihkan. Paccingi kasoro’mu berarti bersihkan kasurmu. 

      2. 1) Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta 

      2) Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak. 

      3) Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.

      4) Daun nangka,Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian. 

      5) Gula merah dan kelapa muda. diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.

      6) lilin sebagai simbol penerang. 

      Hapus
  44. Nama : DIAH ANDANA PERMATA DWIYANTI
    KELAS: X MIPA 4
    No absen: 8

    1) Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu.

    2) SIMBOL - SIMBOL BENDA - BENDA DALAM MAPPACCI ,yaitu:
    -Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta
    -Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak.
    -Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
    -Daun nangka,Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian.
    -Gula merah dan kelapa muda. diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
    - lilin sebagai simbol penerang.

    BalasHapus
  45. Nama: Nur fadillah basri
    Kelas : mipa 4
    Nomor absen: 23

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  47. Nama:Nia revalina
    Kelas:X IPA 4

    BalasHapus
  48. Nama:Abdul Mubdiul Kahfi
    Kelas: X MIPA 4
    No absen: 01

    1) Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu.

    2) SIMBOL - SIMBOL BENDA - BENDA DALAM MAPPACCI ,yaitu:
    -Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta
    -Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak.
    -Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
    -Daun nangka,Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian.
    -Gula merah dan kelapa muda. diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
    - lilin sebagai simbol penerang.

    BalasHapus

  49. Nama:NOFITHA VOLI BASRI
    Kls :X MIPA 4
    No Absen:21

    BalasHapus
  50. Nama:Nur Hikma Rumaisa
    Kelas:X IPA 4

    BalasHapus
  51. Nama : Suci Anggreni
    Kelas : X MIPA 4
    Nomor Absen : 31

    BalasHapus