Mappacci dan Nilai Filosofisnya bagi Masyarakat Bugis-Makassar
☺☺☺
Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. Mappepaccing bola sibawa lewureng, yang berarti membersihkan rumah dan tempat tidur. Adapun kata perintahnya ‘paccingi’ yang berarti bersifat menyuruh atau memerintahkan untuk membersihkan. Paccingi kasoro’mu berarti bersihkan kasurmu.
Kebanyakan kata kerja dalam bahasa bugis diawali dengan kata ‘Ma’, seperti; maggolo (main bola), mattinju (bertinju), mallaga (berkelahi), mammusu’ (bertempur), makkiana’ (melahirkan), dsb. Kata mapaccing dan Mappacci merupakan dua kata yang kalau dilihat sekilas agaknya sama, namun memiliki arti yang berbeda. Yang pertama merupakan kata sifat dan yang kedua kata kerja. Kita sering mendengarkan penggunaan kedua kata ini dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di masyakat Bugis.
Perkembangan selanjutnya, istilah Mappacci lebih sering dikaitkan dengan salah satu rangkain kegiatan dalam proses perkawinan masyarakat Bugis-Makassar. Mappacci lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu syarat yang mesti dilakukan oleh mempelai perempuan dan laki-laki, terkadang sehari, sebelum pesta walimah pernikahan. Biasanya, acara Mappacci dihadiri oleh segenap keluarga dan masyarakat umum, untuk meramaikan prosesi yang sudah menjadi turun temurun ini.
Dalam prosesi Mappacci, terlebih dahulu pihak keluarga melengkapi segala peralatan yang harus dipenuhi, seperti; Pacci (menyeruai salep dan biasanya berasal dari tanah arab, namun ada pula yang berupa tumbuhan dan berasal dari dalam negeri), daun kelapa, daun pisang, bantal, gula, sarung sutera, lilin, dll. Tujuan dari Mappacci adalah untuk membersihkan jiwa dan raga calon pengantin, sebelum mengarungi bahtera rumah tangga.
Tidak diketahui dengan pasti, sejarah awal kapan kegiatan Mappacci ditetapkan sebagai kewajiban adat (suku Bugis/Makassar), sebelum pesta perkawinan. Tapi, menurut kabar yang berkembang di kalangan generasi tua, prosesi Mappacci telah mereka warisi secara turun-menurun dari nenek moyang kita, bahkan sebelum kedatangan agama Islam dan Kristen di tanah Bugis-Makassar. Oleh karena itu, kegiatan ini sudah menjadi budaya yang mendarah daging dan sepertinya sulit terpisahkan dari ritual perkawinan Bugis-Makassar.
Mappacci menjadi salah satu syarat dan unsur pelengkap dalam pesta perkawinan di kalangan masyarakat Bugis-Makassar. Namun, ketika Islam datang, prosesi ini mengalami sinkretisme atau berbaur dengan budaya Islam. Bahkan Islam sebagai agama mayoritas suku Bugis-Makassar telah mengamini prosesi ini, melalui alim ulama yang biasa digelar Anregurutta.
Sekalipun Mappacci bukan merupakan suatu kewajiban agama dalam Islam, tapi mayoritas ulama di daerah Bugis-Makassar menganggapnya sebagai sennu-sennungeng ri decengnge (kecintaan akan kebaikan). Yang terjadi kemudian, pemuka agama berusaha untuk mencari legalitas atau dalil Mappacci dalam kitab suci untuk memperkuat atau mengokohkan budaya ini. Sebagai contoh, salah satu ulama Islam tersohor di Bone, Alm. AGH. Daud Ismail, berusaha menafsirkan dan memaknai prosesi Mappacci beserta alat-alat yang sering digunakan dalam prosesi ini.
Sebelum prosesi Mappacci, biasanya calon pengantin perempuan dihias dengan pakaian pengantin khas Bugis-Makassar. Selanjutnya, calon pengantin diarak duduk di atas kursi (namun ada pula yang duduk di lantai) untuk memulai prosesi Mappacci. Di depan calon pengantin perempuan, diletakkan sebuah bantal yang sering ditafsirkan dan dianggap sebagai simbol kehormatan. Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta (Puangge:Bugis).
Di atas bantal, biasanya diletakkan sarung sutera yang jumlahnya tersusun dengan bilangan ganjil. Sebagian ulama menyamakan susunan sarung sutera ganjil, dengan Hadis Nabi Saw yang yang berbunyi; “Allah itu ganjil dan suka yang ganjil”. Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Sifat istiqamah sendiri, telah dipraktikkan oleh sang pembuat sarung sutera. Tiap hari, mereka harus menenun dan menyusun sehelai demi sehelai benang, hingga menjadi sebuah sarung yang siap pakai. Dengan sikap istiqamah atau ketekunan ini, diharapkan calon pengantin dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari sang pembuat sarung sutera untuk diamalkan dalam kehidupan rumah tangga. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak.
Terkadang, diatas sarung sutera diletakkan daun pisang. Daun pisang memang tidak memilik nilai jual yang tinggi, tapi memiliki makna yang mendalam bagi manusia pada umumnya. Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
Diatas daun pisang, terkadang diletakkan daun nangka. Daun nangka tentu tidak memiliki nilai jual, tapi menyimpan makna yang mendalam. Anregurutta di Bone pernah berkata dalam bahasa Bugis; Dua mitu mamala ri yala sappo ri lalenna atuwongnge, iyanaritu; unganna panasae (lempuu) sibawa benona kanukue (paccing). Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian. Jadi, dalam mengarungi bahtera rumah tangga, calon pengantin senantiasa berpegang pada kejujuran dan kebersihan yang meliputi lahir dan batin. Dua modal utama inilah yang menjadi pegangan penting, bagi masyarakat Bugis-Makassar dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Diatas daun pisang, terkadang juga diletakkan gula merah dan kelapa muda. Dalam tradisi masyarakat Bugis-Makassar, menikmati kelapa muda, terasa kurang lengkap tanpa adanya gula merah. Sepertinya, kelapa muda sudah identik dengan gula merah untuk mencapai rasa yang nikmat. Seperti itulah kehidupan rumah tangga, diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
Terakhir, Mappacci juga dilengkapi dengan lilin sebagai simbol penerang. Konon, zaman dahulu, nenek moyang kita memakai Pesse' (lampu penerang tradisional yang terbuat dari kotoran lebah). Maksud dari lilin, agar suami-istri mampu menjadi penerang bagi masyarakat di masa yang akan datang. Masih banyak lagi peralatan prosesi, yang biasa dipakai oleh masyarakat, sesuai dengan adat dan kebiasaan mereka. Namun, secara umum peralatan yang telah disebutkan diatas, standar yang sering digunakan dibeberapa daerah Bugis-Makassar.
SOAL
1. Jelaskan makna dari mapacci!
2. Jelaskan simbol-simbol benda-benda dari kegiatan mappacci!
Jangan lupa tulis nama dan kelas di kolom komentar

Eghi Algipari X IPS 1
BalasHapusRizki Rahmawati X IPS 1
BalasHapusSuci X IPS 1
BalasHapusKhusnul khatimah
BalasHapusKls:XIps2
Khaniya Eka Juniati Yakub
BalasHapusX IPS 1
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAsdar Mustapa
BalasHapusX Ips1
Fitriani.T
BalasHapusDzi idzzati siata
BalasHapusKelas x ips 2
Nama:Dzaki Zulwaqar Tw
BalasHapusX Ips 1
Wahyu saputra syafruddin
BalasHapusX ips 1
Nama:Anisa Nursalsabila Rahman
BalasHapusKelas: X IPS 1
Nurindah Sari X Ips 1
BalasHapusELSA
BalasHapusX IPS 1
Nama: Defrina Rahayu Hasbi
BalasHapusKelas : X IPS 1
Khaerani X ips 1
BalasHapusNama:Syasqia Nanda
BalasHapusKelas:X IPS 2
Nama:isnaini khoirun nisa
BalasHapusKelas:x ips2
Yudha Putra Pratama
BalasHapusX IPS 1
Naurul Ramadhana X IPS 1
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama:Riska rosari
BalasHapusKelas: x ips 3
Ummu kalsum x ips 1
BalasHapusNama:fitri oddang
BalasHapusKelas:X ips 1
Fatry Rahmadani
BalasHapusREIHAN kls c IPS 1
BalasHapusNama:Fatry Rahmadani
BalasHapusKelas: X IPS 1
Nama : Muhammad Faisal
BalasHapusKelas : X IPS 3
Nama Ema Rahmania Kelas:X IPS 3
BalasHapusNurul Ramadani Putri Risda
BalasHapusIps3
Thalia Aprilia X IPS 1
BalasHapusNama:muh aksa
BalasHapusKelas X ips 2
Rahmat Al Buchory
BalasHapusX IPS 2
Thalia Aprilia X IPS 1
BalasHapusMuh Fariel Algifary
BalasHapusKelas Xips1
Nama : Sri utami
BalasHapusKelas: X IPS 3
1. Mappacci adalah kata ganti dari 'mapaccing' yang berarti bersih atau suci
BalasHapus2. Benda-benda mappacci:
a. Pacci
b. Daun kelapa
C. Daun pisang
d. Bantal
e. Gula
f. Sarung sutra
g. Lilin. Dll
Nama: Asdar
HapusKelas: X Ips 2
Nama:Nadya lestti M
BalasHapuskelas:X Ips 3
Nama:Nadya lestari M
BalasHapuskelas:X ips 3
Nama:Fitriyani Samaila
BalasHapusKelas:X IPS 3
Nama:Fitriyani Samaila
BalasHapusKelas:X IPS 3
Nama:Muhammad ilham.k
BalasHapusKelas :X IPS 2
Naa:Dwi febriyani
BalasHapusKelas:X ips 1
NaMa: maryatul fadilah diab
BalasHapusKlas;X IPS 3
Reski amaliah.m
BalasHapusKelas:Xips1
Aulia Ramadani
BalasHapusIPS 2
NAMA : ANDI TRI SUDARTRI
BalasHapusKELAS : X MIPA 4.
NO. ABSENT : 06
Nama:Syafira Nur Aulia
BalasHapusKelas:X IPA 4
Nama: MUSDALIFAH
BalasHapusKelas: X MIPA 4
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Ferawaty
BalasHapusKelas : X IPA 4
Nama:Farasmani
BalasHapusKelas: X MIPA 4
No absen : 10
Nama : Muhammad abigael afghany
BalasHapusKelas : X MIPA 4
Nama : ALDA RESKY AULYA
BalasHapusKelas : X MIPA 4
No. Absen : 03
BalasHapusNama :MUH. TAUFIK HIDAYAT
Kelas :X MIPA 4
Nama: Adinda Putri Jamal
BalasHapusKelas: X MIPA 4
No Absen: 02
Nama:Fauziyyah Amanda
BalasHapusKelas:X MIPA 4
Nama : Muhammad Hidayat M
BalasHapusKelas : X IPA 4
Nama: ELZA DEWI YANTI
BalasHapusKelas: X MIPA 4
No. Absen: 09
Nama:NIR AZIZAH SYAID FILA
BalasHapusKELAS:X IPA 4
NO.ABSEN:22
Nama: Nurul Safitri
BalasHapusKelas: X MIPA 4
NAMA: SALSABILA DAHLAN
BalasHapusKELAS: X MIPA 4
NO.ABSEN: 28
BalasHapusNama : ANSHAR
Kelas:X MIPA 4
No urut: 7
1.Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu.
2.benda benda yg digunakan:
a.daun pacci
b.daun panasa
c.golla cella
d.angkalungeng
e.lilin
f.lipa sabbe
Nama : Sry Wahyuni suardi
BalasHapusKelas : X MIPA 4
no. Absen : 30
BalasHapusZulfiqrj saputra samsul
X MIPA 4
NO.34
Nama:Nur hikma
BalasHapusKelas: X Mipa 4
No.Absen:24
Nama: Andi Muh Andri Perman
BalasHapusKelas: X MIPA 4
NO.Absen: 05
1. Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. Mappepaccing bola sibawa lewureng, yang berarti membersihkan rumah dan tempat tidur. Adapun kata perintahnya ‘paccingi’ yang berarti bersifat menyuruh atau memerintahkan untuk membersihkan. Paccingi kasoro’mu berarti bersihkan kasurmu.
BalasHapus2. 1) Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta
2) Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak.
3) Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
4) Daun nangka,Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian.
5) Gula merah dan kelapa muda. diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
6) lilin sebagai simbol penerang.
Nama : Syarifah Nurhaliza
HapusKelas : X MIPA 4
No absen : 33
Nama : Nurhidayah
BalasHapusKelas : X MIPA 4
No absen : 26
1. Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccingmerupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu.
2. A. Bantal: sebuah bantal yang sering ditafsirkan dan dianggap sebagai simbol kehormatan. Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta
B. Sarung sutera : sarung sutera yang jumlahnya tersusun dengan bilangan ganjil
Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan.
C. Daun pisang :Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
D. Daun nangka :
dalam mengarungi bahtera rumah tangga, calon pengantin senantiasa berpegang pada kejujuran dan kebersihan yang meliputi lahir dan batin
E. Kelapa muda dan gula merah : diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
F. Lilin : sebagai simbol penerang . agar suami-istri mampu menjadi penerang bagi masyarakat di masa yang akan datang. Masih banyak lagi peralatan prosesi, yang biasa dipakai oleh masyarakat, sesuai dengan adat dan kebiasaan mereka.
G. Pacci : (menyeruai salep dan biasanya berasal dari tanah arab, namun ada pula yang berupa tumbuhan dan berasal dari dalam negeri
Nama : Syarifah Nurhaliza
HapusKelas : X MIPA 4
No absen : 33
1. Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. Mappepaccing bola sibawa lewureng, yang berarti membersihkan rumah dan tempat tidur. Adapun kata perintahnya ‘paccingi’ yang berarti bersifat menyuruh atau memerintahkan untuk membersihkan. Paccingi kasoro’mu berarti bersihkan kasurmu.
2. 1) Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta
2) Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak.
3) Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
4) Daun nangka,Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian.
5) Gula merah dan kelapa muda. diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
6) lilin sebagai simbol penerang.
MUHAMMAD NASRUL
BalasHapusX MIPA 4
Muhammad ihsan mahdi shaleh
BalasHapusIPA 3
Nama : DIAH ANDANA PERMATA DWIYANTI
BalasHapusKELAS: X MIPA 4
No absen: 8
1) Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu.
2) SIMBOL - SIMBOL BENDA - BENDA DALAM MAPPACCI ,yaitu:
-Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta
-Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak.
-Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
-Daun nangka,Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian.
-Gula merah dan kelapa muda. diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
- lilin sebagai simbol penerang.
Nama: Nur fadillah basri
BalasHapusKelas : mipa 4
Nomor absen: 23
Muhammad ihsan mahdi shaleh
BalasHapusIPS 3
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama:Nia revalina
BalasHapusKelas:X IPA 4
Nama:Abdul Mubdiul Kahfi
BalasHapusKelas: X MIPA 4
No absen: 01
1) Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih atau suci. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, Mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, Mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan atau aktifitas yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu.
2) SIMBOL - SIMBOL BENDA - BENDA DALAM MAPPACCI ,yaitu:
-Bantal sering diidentikkan dengan kepala, yang menjadi titik sentral bagi aktivitas manusia. Diharapkan dengan simbol ini, calon pengantin lebih mengenal dan memahami akan identitas dirinya, sebagai mahluk yang mulia dan memiliki kehormatan dari Sang Pencipta
-Sarung sendiri ditafsirkan sebagai sifat istikamah atau ketekunan. Terkadang juga, sarung dianggap sebagai simbol penutup aurat bagi masyarakat Bugis-Makassar. Jadi, diharapkan agar calon mempelai perempuan senantiasa menjaga harkat dan martabatnya, tidak menimbulkan rasa malu (siri’) di tengah-tengah masyarakat kelak.
-Salah satu sifat dari pisang adalah tidak akan mati atau layu sebelum muncul tunas yang baru. Hal ini selaras dengan tujuan utama pernikahan, yaitu; melahirkan atau mengembangkan keturunan. Karakter lain dari pisang, yaitu; satu pohon pisang, dimungkinkan untuk dinikmati oleh banyak orang. Dengan perkawinan, diharapkan calon pengantin berguna dan membawa mampaat bagi orang banyak.
-Daun nangka,Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan dunia, ada dua sifat yang harus kita pegang, yaitu; Kejujuran dan Kesucian.
-Gula merah dan kelapa muda. diharapkan suami-istri senantiasa bersama, untuk saling melengkapi kekurangan dan menikmati pahit manisnya kehidupan duniawi.
- lilin sebagai simbol penerang.
BalasHapusNama:NOFITHA VOLI BASRI
Kls :X MIPA 4
No Absen:21
Nama:Nur Hikma Rumaisa
BalasHapusKelas:X IPA 4
Nama : Suci Anggreni
BalasHapusKelas : X MIPA 4
Nomor Absen : 31
Aulia Ramadani
BalasHapusIps2