Sabtu, 22 Agustus 2020

KAJIAN ARTIKEL JURNAL BUKU DAN PENELITIAN YANG RELEVAN DENGAN PENDIDIKAN/PEMBELAJARAN SASTRA

 

Berikut ini beberapa penelitian dan artikel yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran sastra. Harapannya adalah setelah membaca beberapa penelitian atau artikel, mahasiswa program S2 Pendidikan Bahasa Indonesia mampu menelaah dan  memahami hakikat serta isi penelitian pembelajaran sastra.

 1. Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Sastra

      Oleh Maman Suryaman

Abstrak. One of the important aspects in appropriate literature learning is character education. Based on the results of several studies, some conclusions can be drawn. First, essentially literature is a medium of mental and intellectual enlightenment, the most important aspect in character education. Second, there are a variety of literary works that need appreciating as they are important in the character development. Third, literature learning relevant to the character development is one that enables learners todevelop their awareness of reading and writing as important prerequisites for the character development. Fourth, literary books relevant to the character development are those with beautiful language capable of making the readers moved, containing high humanistic values, and encouraging the readers to treat other people and creatures well.

 2. PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP PEMBELAJARAN DRAMA

 Oleh N Anggita, HRE Rasyid, A Aswad (https://jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/189)

Abstrak. Pembelajaran Drama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode role playing terhadap pembelajaran drama pada siswa kelas XI MIPA. 3 SMA Negeri 6 Sidrap 2018/2019. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan jumlah sampel sebanyak 32 siswa. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan tes. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelompok kontrol (78, 12> 73, 75). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan “Ada pengaruh metode role playing terhadap pembelajaran drama siswa kelas XI MIPA. 3 SMA Negeri 6 Sidrap”, diterima. Oleh karena itu, hipotesis nihil yang berbunyi “Tidak ada pengaruh metode role playing terhadap pembelajaran drama siswa kelas XI MIPA. 3 SMA Negeri 6 Sidrap”, ditolak.

3. Pendidikan Karakter Melalui Kearifan Lokal 

Oleh Rustam Efendy Rasyid ( http://hdl.handle.net/11617/9608)


Pendidikan karakter bukan hal baru dalam tradisi pendidikan di Indonesia. Beberapa pendidik Indonesia modern yang kita kenal seperti Soekarno telah mencoba menerapkan semangat pendidikan karakter sebagai pembentuk kepribadian dan identitas bangsa yang bertujuan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berkarakter. Persoalan pendidikan karakter di Indonesia sejauh ini menyangkut pendidikan moral yang dalam aplikasinya terlalu membentuk satu arah pembelajaran khusus sehingga melupakan mata pelajaran lainnya.Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran terlalu membentuk satu sudut kurikulum yang diringkas kedalam formula menu siap saji tanpa melihat hasil dari proses yang dijalani. Pembentukan karakter individu belum dapat dikatakan tercapai karena dalam prosesnya pendidikan di Indonesia terlalu mengedepankan penilian pencapaian individu dengan tolok ukur tertentu terutama logika-matematik sebagai ukuran utama yang menempatkan seseorang sebagai warga kelas satu. Dalam prosesnya pendidikan karakter yang berorientasi pada moral dikesampingkan dan akibatnya banyak kegagalan nyata pada dimensi pembentukan karakter individu. Salah satu bentuk pendidikan karakter yang patut diaplikasikan adalah dengan penanaman nilai-nilai kearifan lokal. Di Indonesia, kearifan lokal begitu beragam dimiliki oleh setiap daerah. Agar eksistensi budaya tetap kukuh dan karakter anak bangsa tetap terjaga, maka kepada generasi penerus dan pelurus perjuangan bangsa perlu ditanamkan rasa cinta akan kebudayaan lokal. Salah satu cara yang dapat ditempuhadalah dengan cara mengintegrasikan dan mengaplikasikan secara optimal nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam proses pembelajaran, ekstra kurikuler, atau kegiatan kesiswaan di sekolah melalui porgam Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal.

 4. PEMBELAJARAN SASTRA MELALUI BAHASA DAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN DI ERA MEA (MASAYARAKAT EKONOMI ASEAN)

Oleh Arifa Ainun Rondiyah, Nugraheni Eko Wardani, Kundharu Saddhono
(http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/article/view/1230 

Abstrak.
Makalah ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan  hubungan sastra, bhasa dan budaya  di era mea, (3) mendeskripsikan dan menjelaskan sastra dalam menumbuhkan pedidikan karakter kebangsaan di era mea. Makalah ini menggunakan metode studi pustaka atau Library Research. Penulis memanfaatkan berbagai literature untuk dijadikan pedoman dan sumber referensi. Metode studi pustaka dapat dijadikan sebagai data dan sumber data mengenai pembelajaran sastra berdasarkan bahasa dan budaya untuk meningkatkan pendidikan karakter kebangsaan di era mea. Hasil dari makalah ini bahwa sastra dan bahasa di era mea sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Bahasa pada karya sastra dapat menambah penguasaan kosa kata bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa daerah yang digunakan dalam karya sastra bagian dari pengenalan budaya. Di era mea komunikasi dapat berupa hubungan antarbangsa melalui budaya. Karya sastra yang mengandung pendidikan karakter yang dapat dijadikan sebagai identitas bangsa yang harus dimiliki masyarakat Indonesia di era mea. Pendidikan karakter kebangsaan pada karya sastra menjadi saranan kesiapan masyarakat Indonesia menghadapi persaingan di era mea dengan menggunakan bahasa dan budaya sebagai media berkomunikasi.
 

5.  Tahapan Perkembangan Anak dan Pemilihan Bacaan Sastra Anak

Oleh Burhan Nurgiantoro (https://eprints.uny.ac.id/1554/1/003-burhan.pdf)

Abstrak.  Universally, various psychological aspects of children develop through certain stages according to their age level. They go through stages of intellec-tual, moral and emotional developments, stages of personality and language developments, and stages in the growth of their concept about stories. Each type of development is divided into specific stages. Piaget divides children’s intellectual development, for example, into four stages: the sensory-motor, pre-operational, concrete operational, and formal operational stages. These stages come in accordance with their age development.

Each stage has characteristics distinguishing it from anya other stage. The difference in characteristics logically implies in turn a difference in their response to reading matter. Consequently, in selecting reading matter for children, one should consider their age in order to make the selection match their psychological development of children of a certain age level would make the reading matter become uncommunicative because it is too difficult for them or make it uninteresting and boring for them because it is too easy or too simple.

10 komentar: